By : Herry Tjahjono, rakyat NKRI.
Ibu kota menyingkirkannya, namun guratan tangan karyanya tetap memberinya hadiah terbaik. RPTRA, menjadi bagian dari 15 inovasi dunia. Tentu saja karya dan hadiah indah ini tetap buruk di mata mereka yang hatinya diliputi kebencian.
Saya pernah menulis status : Jakarta Membuang Sebutir Berlian yang di-share belasan ribu sahabat di hari kekalahan Ahok dalam pilkada putaran II. RPTRA hanyalah salah satu bukti 'keberlianan' Ahok. RPTRA adalah karya berlian.
Bagaimana Ahok bisa melahirkan karya berlian ? Hanya dengan ketulusan dan keberanian memberikan yang terbaik bagi warganya - meski untuk itu ia harus mengenyampingkan semua resiko paling berbahaya yang harus dihadapinya.
Masih banyak karya berlian lainnya. Dan entahlah, apakah Ahok sempat membaca dan mengetahui apresiasi atas karya berliannya atau tidak ?
Dan saya tahu dia tak akan terlalu peduli dengan itu semua, sebab sampai detik terakhir dia harus tersingkirpun - kepentingan dan kebahagiaan warganya tetap menjadi nomer satu.
Bisa jadi penghargaan semacam ini sedikit menepis sepi dan dukanya. Bisa juga tidak. Tapi yang jelas, Ahok akan dikenang sebagai pelayan yang menempatkan rakyat di atas segalanya. Bahkan semua kesempatan untuk memperbaiki 'nasib' ditepiskannya - membatalkan banding, mundur sebagai gubernur - semua demi ketenangan dan kedamaian.
Di dalam sana - dalam hari-hari yang sepi - hati lelaki itu tak pernah surut ingin memberikan hadiah-hadiah terbaik bagi Jakarta - meski hanya lewat doa, meski kota ini telah menyayatnya dengan pedih.
