Herry Tjahjono - PENJARA, TEMPAT AHOK MENYEBARKAN KASIH


By : Herry Tjahjono, rakyat NKRI.

Saya suka sekali status Anton DH Nugrahanto ini :

"Ahok ini narasi hidupnya sudah masuk ke alam profetik, apa yang ia katakan akan terungkap semua dikemudian waktu, dan siapa siapa yang jahat pada dirinya, akan terkena gelombang sejarah...

Orang menganggap omongannya kasar, tapi kekasarannya itu justru membuka rahasia rahasia alam dikemudian waktu atas nasib manusia yang ia serang sebagai pencoleng pencoleng anggaran negara..."
....................................................


Ya, sahabat.
Alam atau dimensi profetik - sebuah dimensi spiritual yang sesunggguhnya sangat dalam dan tinggi. Seperti dipercaya banyak orang, Gus Dur dulu berada pada dimensi profetik ini.



Ahok pada dimensi profetik ? Ya, kenapa tidak ? Sebagian besar perjalanan hidupnya sebagai 'pelayan rakyat' adalah cermin dari sikap manusia yang : bersih, jujur, berani karena benar, cinta dan melayani rakyat dan bangsa, dedikasi, integritas, kesetiaan dan pengorbaan. Itu semua sikap yang sangat spiritual, aktualisasi ajaran dan nilai agama.

Di tangan Ahok, melalui hidupnya - ajaran agama menjadi nyata. Pada sosoknya yang tidak sempurna justru ajaran agama (Kristen) menemukan narasi terbaiknya.

Bahkan puncak-puncak ajaran agamanya dijakankannya tuntas tanpa ragu. Salah satunya ketika ia memutuskan untuk membatalkan memori bandingnya dan mengatakan : " Saya sudah menerima dan mengampuni. "

Dan sesungguhnya tanpa sadar - detik itu juga alam profetik meliputi dirinya. Lalu ketika berlanjut pesannya kepada Djarot - sahabat terbaiknya : "Sudahlah, untuk menjaga situasi bulan puasa, supaya tidak ada pro-kontra, sudah saya mundur saja, nanti Mas Djarot yang nerusin’,” kata Djarot seraya menirukan ucapan Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/5/2017).

Dan kekuatan alam profetik sudah serta terus berjalan : apa yang ia katakan akan terungkap oleh waktu dan yang menjahati dirinya akan terkena gelombang sejarah.

Ini juga kata Anton DH Nugrahanto :
"Ahok ingin membantu warganya yang terkena penyakit kanker dengan pelayanan negara, lalu muncullah kasus sumber waras, dan orang ini (sekarang) kena operasi tangkap tangan..."

Dan memang, waktu ramai-ramainya kasus itu - Ahok sudah lebih dulu berkata terkait BPK yang menyerang dirinya soal kasus Sumber Waras :
"Ada yang tak beres."
Dan kini terbukti - tak lama setelah dia berkata : "Gusti Allah ora sare." - dari dalam penjara.

Banyak sekali kejadian "profetik" dalam ucapan dan sikap Ahok. Dan kelak, akan terbuka satu demi satu. Dan kelak, semua akan terhempas oleh gelombang sejarah. Semua akan terkena - termasuk mereka yang menjahati dirinya.

Lalu, apakah Ahok menghendaki itu semua ? Bukankah berarti dia ingin membalas ? Tidak. Bekerjanya kekuatan profetik berada di luar kendali dirinya. Kekuatan profetik itu digerakkan oleh alam dan kehidupan, bahkan oleh Sumber Kehidupan itu sendiri.

Lalu, kenapa Ahok di penjara ?

Ya, hampir semua 'manusia profetik' mengalami aniaya dan derita dalam hidupnya. Dan terkait Ahok, penjara adalah tempat di mana dia bisa menerapkan salah satu ajaran puncak agananya untuk "mengasihi musuhnya".

Namun dari sanalah alam dan kekuatan profetik bekerja. Memang aneh, di satu sisi ada penyebaran kasih - tapi di sisi lain ada kekuatan profetik yang terkesan 'hukuman' bagi mereka yang menjadi musuh. Itulah yang disebut 'Misteri Penyelenggaraan Illahi".

Dari kisah hidup seorang Ahok, kita memang bisa banyak belajar - kecuali mereka yang hatinya sudah dijajah oleh kebencian terhadap Ahok.

Top Ad 728x90