Herry Tjahjono - DWITUNGGAL YANG MEMELUK HATI

By : Herry Tjahjono, rakyat NKRI.

Keduanya contoh 'dwitunggal' sempurna untuk masa kini. Dwitunggal itu justru tidak harus sama dan seragam. Dwitunggal yang kokoh itu adalah refleksi keberagaman. Ahok, Cina-Kristen dan Djarot, Jawa-Islam. 

Lalu keduanya menyatukan hati, saling menautkan tangan bekerja keras demi rakyat. Tangan yang bertaut itu sekaligus memegang erat 'Bhineka Tunggal Ika' di kaki burung perkasa 'Garuda Pancasila'.

Baju mereka berbeda, kulit mereka berbeda, mata mereka berbeda - namun darah mereka sama merah dan tulang mereka sama putih - merekatkan hati yang satu : hati NKRI.



Itu sebabnya meski terpisah jarak dan sel ketidakadilan - mereka berdua tetap dwitunggal yang saling setia satu sama lain. Kesetiaan yang membuat air mata Djarot menetes ketika sahabatnya dilukai. Demikian juga sebaliknya, ketika Ahok ingin sahabatnya Djarot bekerja lebih lancar bebas hambatan - ia mundur dari jabatan gubernur.

Namun kesetiaan mereka bukan hanya sebagai pribadi sahabat. Kesetiaan mereka juga kesetiaan dwitunggal : pada rakyat dan bangsa.

Tawa, air mata, kesakitan, duka, hiruk pikuk dan sepi sudah mereka lewati bersama. Dwitunggal Ahok-Djarot itu akan jadi sejarah yang ditulis dengan tinta emas, bukan hanya kenangan indah yang mungkin akan menguap dari ingatan rakyat.

Dwitunggal Ahok-Djarot, tonggak perubahan kepemimpinan di negeri ini - dan kita wajib menjaga nilai-nilai mulia yang diwariskannya.

Dan yang terakhir, kita juga perlu belajar : bagaimana mereka menerima memeluk satu sama lain hanya sebagai sesama manusia - titik. That's what friends are for...

Dwitunggal yang memeluk hati rakyat...

Top Ad 728x90