Herry Tjahjono - KESETIAAN ITU TAK PERNAH TERTUKAR

By : Herry Tjahjono, rakyat NKRI.

Mereka anak-anak rajawali. Mereka sudah diajar terbang sejak kecil, yang dilepas dari ketinggian dan dibiarkan meluncur deras ke bawah. Sesaat sebelum menghujam bumi, barulah sang induk menyambar mereka. Kembali naik ke atas, kembali ia dilepaskan - demikian seterusnya. Sejak kecil mereka sudah ditanamkan benih nyali rajawali. Badai demi badai biasa dihadapinya. Bahkan ketika ada anak-anak sebaya yang mengancam akan membunuh ayah mereka. Bahkan ketika ada akun biadab yang mengedit foto sang ibu menjadi nudis.

Mereka bukan anak-anak ayam, yang ketika angin lesus datang berputaran di atas tanah - membuat mereka lari berhamburan dan berlindung di balik sayap atau ketek induknya. Mereka bukan anak ayam yang hanya bisa ribut berlarian.



Tentu saja mereka rindu pada sang bapak, rajawali perkasa yang menggegerkan langit republik. Dan mereka ikut menghadapi badai demi badai yang melanda bapaknya. Rajawali perkasa itu kini mendekam di penjara, bukan untuk sebuah kesalahan yang memalukan dan menjijikkan, aib, maling atau pengkhianatan.

Bukan. Tapi untuk sebuah perjuangan demi langit dan bumi republik yang dicintainya. Demi lahirnya sebuah toleransi, keadilan, kesetaraan, demokrasi - juga keutuhan republik beserta nilai-nilai luhur yang mengikatnya. Maka sel sempit itu dimasuki oleh sang rajawali perkasa dengan penuh kesadaran, kesiapan, kerelaan - bukan demi apapun, kecuali demi republik tercinta.

Maka sang rajawali perkasa berkata lirih namun gagah : " Saya sudah menerima dan mengampuni. Saya membatalkan banding saya. Saya mundur demi ketenangan bangsa dan jangan ada pro-kontra di bulan puasa."

Semuanya adalah pernyataan kemenangan, bukan kekalahan. Semuanya pernyataan pemenang, bukan pecundang. Semuanya pernyataan spiritual yang dalam. Sebab dia berhasil menguasai dan mengendalikan hati dan jiwanya di dalam sana. Dia menjalani puasa terdalam dan tirakat rohani di dalam sana. Hening.

Kalaupun ada yang sulit ditahannya sebagai manusia biasa adalah kerinduan-kerinduan sebagai seorang ayah yang sebelumnya tak pernah absen memeluk anak-anaknya penuh cinta. Atau kerinduan-kerinduan mendekap sang istri belahan jiwanya penuh kasih. Namun kerinduan itu ditepisnya lewat sebuah kebanggaaan pada orang-orang yang dicintainya itu : anak-anak rajawali dan induk rajawali.

Kerinduan-kerinduan itu memang saling membuncah, bahkan bukan hanya antara mereka keluarga rajawali itu - tapi juga rakyat yang menunggunya penuh kesetiaan. Rakyat tak akan pernah menggeser kesetiannya, sebab dia di dalam sana telah membuktikan kesetiaannya tanpa syarat.

Kesetiaannya tak pernah pudar, bagi republik, bagi presidennya, bagi sahabatnya, bagi keluarga serta rakyatnya - dan terutama bagi Tuhannya.

Kesetiaannya tak pernah tertukar, itu sebabnya dia dirindukan dan dicintai.

Top Ad 728x90